SOSIOLOGI KEHUTANAN_RIZKANA_141201007

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH SOSIOLOGI KEHUTANAN

Nama : Rizkana
Nim         : 141201007
Program Studi : Kehutanan
Jurusan         : Manajemen Hutan

SOSIOLOGI KEHUTANAN
  1. Nilai Sosial
Segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat. keberadaan nilai bersifat abstrak dan ideal. Bentuk-bentuk nilai :
  1. Pemikiran 
  2. Perilaku
  3. Benda 
Ciri-ciri nilai sosial:
  1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  2. Disebarkan diantara warga masyarakat.
  3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar).
  4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia. 
  5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang.
  6. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.

  1. Sistem Sosial
Suatu sistem yang terdiri atas elemen-elemen sosial. Elemen-elemen sosial itu terdiri atas tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu yang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dalam sistem sosial terdapat individu-individu yang berinteraksi dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial.  Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut. Suatu sistem sosial tidak hanya berupa kumpulan individu. Sistem sosial juga berupa hubungan-hubungan sosial dan sosialisasi yang membentuk nilai-nilai dan adat-istiadat sehingga terjalin kesatuan hidup bersama yang teratur dan berkesinambungan.  suatu sistem sosial harus terdiri atas sembilan unsur sebagai berikut:
  1. Kepercayaan dan Pengetahuan 
  2. Perasaan
  3. Tujuan
  4. Norma/Kaidah/Peraturan Sosial
  5. Kedudukan (Status) dan Peran (Role) 
  6. Tingkat/Pangkat 
  7. Kekuasaan
  8. Sanksi 
  9. Fasilitas (Sarana) 

  1. Interaksi sosial
Berbagai hubungan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar individu, antar individu dengan kelompok serta kelompok dengan kelompok.  Jika tidak ada interaksi sosial, maka di dunia ini tidak ada kehidupan bersama. Selain itu, proses sosial merupakan interaksi timbal balik atau disebut sebagai hubungan yang saling mempengaruhi antara manusia yang satu dengan lainnya dan hubungan ini berlangsung seumur hidup di masyarakat.  Ada dua syarat utama terjadinya interaksi sosial :
  1. Kontak sosial
  2. Komunikasi
Proses i n t e r a k si sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
  1. Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
  2. Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
  3. Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
  4. Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
  5.  Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

  1. Struktur Sosial
Tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terdapat suatu hubungan bersifat timbal balik. Menurut seorang ahli bernama William Kornblum, struktur sosial merupakan susunan yang bisa terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu. Bentuk struktur sosial ada dua macam, yaitu :
  1. Stratifikasi Sosial
Struktur dalam masyarakat yang memisahkan masyarakat menjadi tingkatan-tingkatan tertentu dengan kriteria tingkat pendidikan, kekayaan, dan kekuasaan. Stratifikasi sosial meliputi stratifikasi sosial tertutup, stratifikasi sosial terbuka, dan stratifikasi sosial campuran.
    1. Diferensiasi Sosial
Penggolongan masyarakat didasarkan pada perbedaan tertentu yang sifatnya sejajar. Beberapa jenis diferensiasi sosial didasarkan pada ras, suku, klen, profesi, agama, dan juga jenis kelamin.
Ciri-ciri umum dari struktur sosial adalah :
  1. Sifatnya abstrak.
  2. Terdiri dari dimensi vertikal dan dimensi horizontal.
  3. Meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat.
  4. Struktur sosial tersebut selalu berkembang dan dapat berubah.
  5. Digunakan sebagai landasan dalam sebuah proses sosial di masyarakat.
  6. Mencakup seluruh bentuk hubungan sosial antara individu pada suatu waktu tertentu.
  7. Mengacu pada interaksi sosial yang pokok yang memberikan bentuk-bentuk khusus pada masyarakat.
  8. Realitas sosial yang sifatnya statis dan punya kerangka yang dapat menciptakan suatu tatanan tertentu.
Fungsi Struktur Sosial
Beberapa fungsi adanya suatu struktur sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah :
  1. Sebagai pengawas sosial.
  2. Sebagai ciri ataupun karakteristik dalam suatu kelompok masyarakat tertentu.
  3. Sebagai rantai sistem yang menghubungkan tiap aspek dalam kehidupan sehingga terlihat lebih teratur.
  4. Sebagai dasar penanaman disiplin untuk tiap individu dalam suatu kelompok masyarakat.
  5. Sebagai instrumen masyarakat yang mempunyai peran sebagai penyelenggara dalam penataan kehidupan secara menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan di masyarakat.

  1. Perilaku Sosial
Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan  keharusan untuk menjamin keberadaan manusia. Faktor-Faktor Pembentuk Perilaku Sosial :
    1. Perilaku dan karakteristik orang lain
Jika  seseorang lebih sering bergaul dengan  orang-orang yang memiliki karakter santun, ada kemungkinan besar ia akan berperilaku seperti kebanyakan orang-orang berkarakter santun dalam lingkungan pergaulannya. Sebaliknya, jika ia bergaul dengan orang-orang berkarakter sombong, maka ia akan terpengaruh oleh perilaku seperti itu.  Pada aspek ini guru memegang peranan penting sebagai sosok yang akan dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial siswa karena ia akan emberikan pengaruh yang cukup besar dalam mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu perbuatan.
b.   Proses kognitif
Ingatan dan pikiran yang memuat ide-ide, keyakinan dan pertimbangan yang menjadi dasar kesadaran sosial seseorang akan berpengaruh terhadap perilaku sosialnya. Misalnya seorang calon  pelatih yang terus  berpikir agar kelak dikemudian hari menjadi pelatih  yang baik, menjadi idola  bagi atletnya dan orang lain  akan terus berupaya dan berproses mengembangkan dan memperbaiki dirinya dalam perilaku sosialnya. Contoh lain misalnya seorang  siswa karena selalu  memperoleh tantangan dan pengalaman sukses  dalam pembelajaran penjas maka ia memiliki sikap positif terhadap aktivitas jasmani  yang ditunjukkan oleh  perilaku sosialnya yang akan mendukung teman-temannya untuk beraktivitas jasmani dengan benar.
c.  Faktor lingkungan
Lingkungan  alam  terkadang dapat  mempengaruhi  perilaku  sosial  seseorang.Misalnya orang yang berasal dari daerah pantai atau pegunungan yang terbiasa berkata dengan keras, maka perilaku sosialnya seolah    keras pula, ketika berada di lingkungan masyarakat  yang terbiasa  lembut dan halus dalambertutur kata.
d. Tatar Budaya sebagai tampat perilaku dan pemikiran sosial itu terjadi
Misalnya, seseorang yang berasal dari etnis budaya tertentu mungkin  akanterasa berperilaku sosial aneh ketika berada dalam  lingkungan masyarakat yang beretnis budaya lain atau  berbeda. Dalam  konteks pembelajaran pendidikan  jasmani  yang terpenting adalah untuk saling menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap anak.

  1. Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang akan mempengaruhi sistem sosialnya seperti nilai, norma, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial dapat terjadi karena perubahan kondisi geografi, perubahan kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Perubahan ini akan mempengaruhi keseimbangan sosial yang telah ada, beberapa perubahan akan memberikan pengaruh yang besar, sedangkan beberapa perubahan lainnya hanya memberikan pengaruh yang kecil terhadap keseimbang sosial tersebut.
Ciri Perubahan Sosial :
  1. Setiap masyarakat pasti akan merasakan perubahan sosial baik itu secara lambat ataupun dengan cepat. Perubahan sosial ini juga tidak akan berhenti berkembang (dinamis).
  2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan membuat perubahan pada lembaga – lembaga sosial lainnya.
  3. Perubahan yang cepat dapat menyebabkan disorganisasi dalam suatu kelompok masyarakat, disorganisasi ini biasanya bersifat sementara.
  4. Perubahan tidak hanya dibatasi oleh bidang kebendaan (materi) atau bidang spiritual, keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat satu sama lain.


DAFTAR PUSTAKA
Achmad. 2018. Pengertian Struktur Sosial Bentuk dan Ciri-cirinya. https://rocketmanajemen.com/definisi-struktur-sosial/#a
Aha. 2017. Perubahan Sosial. http://www.ilmudasar.com/2017/05/Pengertian-Ciri-Bentuk-Faktor-dan-Teori-Perubahan-Sosial-adalah.html
Hariyanto. 2011. Pengertian Interaksi Sosial. http://belajarpsikologi.com/pengertia
n-interaksi-sosial/

Prasko. 2015. Sistem Sosial dan Struktur Sosial. http://prasko17. blogspot.com/2015/06/sistem-sosial-dan-struktur-sosial.html  
Pratiwi. 2012. Perilaku Sosial. https://sekaragengpratiwi.wordpress.com/2012/02/

perilaku-sosial/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

re-introduce

KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN SKALA KECIL_RIMA TAMARA_14120114